little mind in little space

Kontroversi Vaksin

Posted on: Desember 19, 2006

Kalau kita mau telaah lebih lanjut, masih banyak sekali jenis-jenis vaksin yang bersumber dari bahan-bahan yang diharamkan.

Vaksin adalah sebuah senyawa antigen yang berfungsi untuk meningkatkan imunitas tubuh terhadap virus. Terbuat dari virus yag telah dimatikan atau “dilemahkan” dengan menggunakan bahan-bahan tambahan lainnya seperti formalaldehid, thymerosal dan lainnya. Sedangkan vaksinasi adalah suatu usaha memberikan vaksin tertentu ke dalam tubuh untuk menghasilkan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit /virus tersebut.

Vaksin terdiri dari beragam jenis. Jenis-jenis vaksinasi yang ada antara lain vaksin terhadap penyakit hepatitis, polio, Rubella, BCG, DPT, Measles-Mumps- Rubella (MMR) cacar air dan jenis penyakit lainnya seperti influenza.

Di Indonesia, vaksinasi yang umum dilakukan pada bayi dan balita adalah Hepatitis B, BCG, Polio dan DPT. Selebihnya seperti vaksinasi MMR adalah bersifat tidak wajib. Ada pun vaksinasi terhadap penyakit cacar air (smallpox) termasuk vaksinasi yang sudah tidak dilakukan lagi di Indonesia.

Vaksin dan sistem kekebalan tubuh

Pemberian vaksin dilakukan dalam rangka untuk memproduksi sistem immune (kekebalan tubuh) seseorang terhadap suatu penyakit. Berdasarkan teori antibodi, ketika benda asing masuk seperti virus dan bakteri ke dalam tubuh manusia, maka tubuh akan menandai dan merekamnya sebagai suatu benda asing. Kemudian tubuh akan membuat perlawanan terhadap benda asing tersebut dengan membentuk yang namanya antibodi terhadap benda asing tersebut. Antibodi yang dibentuk bersifat spesifik yang akan berfungsi pada saat tubuh kembali terekspos dengan benda asing tersebut.

Dr Willian Howard dari USA mengatakan bahwa tubuh telah memiliki metodenya sendiri untuk pertahanan, yang tergantung pada vitalitas tubuh pada saat tertentu. Jika vitalitas tubuh cukup, maka tubuh akan bertahan terhadap seluruh infeksi, tetapi sebaliknya jika tidak maka pertahanan akan lemah. Sesungguhnya kita tidak dapat mengubah vitalitas tubuh menjadi lebih baik justru dengan menggunakan berbagai jenis racun (vaksin) ke dalam tubuh tersebut.

Vaksin dan injauan kehalalannya

Pekan Imunisasi Nasional (PIN) yang diselenggarakan di Indonesia pada Agustus tahun lalu, sempat bermasalah dibeberapa wilayah di Indonesia. Permasalahannya adalah beberapa daerah tersebut (Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung dan Banten) menolak pemberian vaksin polio karena diragukan kehalalannya. Dalam proses pembuatan vaksin tersebut menggunakan ginjal kera sebagai media perkembangbiakan virus.

Memang kalau kita mau telaah lebih lanjut, masih banyak sekali jenis-jenis vaksin yang bersumber dari bahan-bahan yang diharamkan. Seorang pakar dari Amerika mengatakan bahwa vaksin polio dibuat dari campuran ginjal kera, sel kanker manusia, serta cairan tubuh hewan tertentu termasuk serum dari sapi, bayi kuda dan ekstrak mentah lambung babi.

Selain sumber-sumber di atas, beberapa vaksin juga dapat diperoleh dari aborsi calon bayi manusia yang sengaja dilakukan. Vaksin untuk cacar air, Hepatitis A, dan MMR diperoleh dengan menggunakan fetal cell line yang diaborsi, MRC-5 dan WI-38. Vaksin yang mengandung MRC-5 dan WI-38 adalah beberapa vaksin yang mengandung cell line diploid manusia.

Penggunaan janin bayi yang sengaja digugurkan ini bukan merupakan suatu hal yang dirahasiakan kepada publik. Sel line janin yang biasa digunakan untuk keperluan vaksin biasanya diambil dari bagian paru-paru, kulit, otot, ginjal, hati, thyroid, thymus dan hati yang diperoleh dari aborsi yang terpisah. Penamaan isolat biasanya dikaitkan dengan sumber yang diperolah. Misalnya WI-38 adalah isolat yang diperoleh dari paru-paru bayi perempuan berumur tiga bulan.

Status Kehalalan

Di lihat dari segi bahan memang masih ada yang meragukan dalam proses pembuatan vaksin. Namun dari segi manfaat, vaksinasi ini cukup efektif dalam menekat tingkat terjangkitnya berbagai penyakit, khususnya yang berkaitan dengan serangan virus.

Di tengah kontroversi tersebut MUI telah menetapkan keputusan No 16 tahun 2005 yang mengeluarkan fatwa kehalalan atas vaksin polio. Hal ini berkaitan dengan suatu kaidah usul fikih yang mengatakan bahwa mencegah kemudharatan lebih didahulukan daripada mengambil manfaatnya. Demikian alasan yang dijadikan dasar hukum pengambilan keputusan terhadap kehalalan vaksin polio sekalipun diketahui bahwa vaksin tersebut disediakan dari bahan yang meragukan. Dalam keadaan darurat, di mana vaksin halal belum ditemukan, maka hal itu bisa dilakukan untuk mencegah mudharat yang lebih besar, yaitu terjangkitnya penyakit yang membahayakan.

Namun demikian kita tidak bisa hanya bertahan pada kondisi darurat, melainkan juga melakukan usaha untuk perbaikan. Seperti misalnya usaha yang akan dilakukan oleh PT Bio Farma yang dalam tiga tahun mendatang akan memproduksi vaksin polio halal. Mudah-mudahan usaha ini segera bisa diwujudkan, sehingga masyarakat bisa lebih diuntungkan dengan ketersediaan vaksin halal. Dengan demikian pencegahan penyakit itu bisa dilakukan dengan bahan-bahan yang berasal dari yang halal.

Elvina Agustin Rahayu dan Nur Wahid, Auditor LPPOM MUI

*sebagai bahan pengingat diri klo dah jadi emak2 😛 coz diri ni sering banget lupa 😀

Iklan

10 Tanggapan to "Kontroversi Vaksin"

lho…dulu vaksin yang disuntikkan ke tubuhku, halal apa gak ya..?? harus diklarifikasi sama emak nih… 😀

jazakillah neng, dah bagi2 ilmu, info yg bermanfaat jg u bapak2 kan neng?
btw salam ukhuwah dr surabaya

#passya#
hahahah,, sama niy kek pi2t. tapi untungnya ga komplit imunisasinya *masih ada ajah yak untungnya*

klo dipikir2 orang2 jaman dulu mah kaga pake vaksin segala, tapi kenyataannya mereka sehat wal’afiat tuh. malahan sekarang dengan adanya vaksin, suka ada yang timbul aneh2 deh.

#awan#
sama2 bang 😀
iyah ini mah bermanfaat tuk sapa ajah. mo bapak2 mo emak2 mo kakek mo nenek mo om mo tante kek *smua ajah disebutin :p*, tp yg lebih penting mah si emak2 😉

cie…. yg dah siap jadi ibu.
Kapan nech???

serius banget kali ini,
lagi siap2 jadi emak2 ya?

#astie & ardhi#
insyaAllah siap… doain yak dalam waktu dekat ini 😉
halah apa coba 😀

tau deh… yg dah punya calon. Cinta bersemi kembali nech. PDKT nya intens bener.. dah ga sabar yaa??
U..huy deh klo gitu. Ngundang2 yak…

#astie#
=))
clbk banget yak? halah tie jgn dianggap bener lah dianggap serius ajah. qeqeqe… kidding 😛

klo dah waktunya ntar gw undang deh. tenang ajah 😉

*astie*
undang2… ntr di undang ga dateng :p, tuk yang empunya…. duh duh yang mo merit, omedeto ne, ganbate kudasai! ntr klu butuh refer soal merit konsultasi gratis tiss…

ya….ya…..
penting bgt nieh informasi…….
terutama buat tgs biologi gw tentang vaksin…
nieh artikel ngebantu bgt loh….

sealain itu… bekal buat gw nanti, klo dah punya anak.. ;p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

tHe NarsiS of mE

Still in my table n write about all my life, share information n kadang nulis ga jelas gitu deh...

WordCampId is almost Close

WordCampID – January 30, 2010

WordCampID – January 30, 2010

whEN in AcTiVe

Desember 2006
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

CaTeGoRiEs Of phie2t cute :p

%d blogger menyukai ini: