little mind in little space

Archive for the ‘dream’ Category

terlalu!!!
sampai kapan ini akan berlalu
sedikitpun ku tak mampu tuk melihatnya
walalupun barang sedetik
sekarang ku hanya meratapnya
dibuai oleh mereka

otak kananku dibunuh
apa dayaku

ku hanya manusia biasa
yang tak punya kuasa
ku tak bisa menggapainya
layaknya dahulu kala

hanya Allah yang kuasa lah yang dapat mempertemukan qta

Berbagi Cinta

oleh; Jamil Azzaini

Bila ada ajakan untuk berbagi, apa yang ada di pikiran anda? Berbagi dana, pakaian layak pakai, sembako, susu, makanan atau bentuk material lainnya.  Jawaban itu boleh jadi karena pengaruh ide materilistik yang telah mengglobal.  Mengukur segala sesuatunya dengan ukuran yang bersifat material dan kasat mata.  Pengalaman nyata dari ayah angkat saya mungkin bisa menjadi pelajaran bahwa berbagi tidaklah mesti berbentuk material.

Setiap tahun, ayah angkat saya punya kebiasan berkeliling ke berbagai panti asuhan dan rumah anak yatim.  Kunjungan biasanya dilakukan dua kali. Awal bulan Ramadhan dan akhir bulan Ramadhan.  Kunjungan pertama adalah survey untuk mengetahui kebutuhan panti asuhan atau rumah yatim.  Kunjungan kedua membawa bantuan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan

Ketika berkunjung ke salah satu rumah yatim, ayah angkat saya bertemu dengan seorang bocah bernama Nina.  “Nina, apa yang anakku mau sayang” begitu ayah saya membuka percakapan.  “Nina mau baju baru?, sepatu baru?, tas baru? Atau apa nak? tambah ayah saya.  “Nggak ah… ntar om marah”  jawab Nina.  “nggak sayang, om tidak akan marah” ayah saya menimpali. ”Nggak ah… ntar om marah” Nina mengulang jawabannya.

Ayah saya berpikir, pasti yang diminta Nina adalah sesuatu yang mahal.  Rasa keingintahuan orang tua saya semakin menjadi. Maka dia dekati lagi Nina sambil berkata, ”ayo nak katakan apa yang kamu minta sayang”  ”Tapi janji ya om tidak marah” jawab Nina manja. ”Om janji tidak akan marah sayang” tegas ayah saya.   ”Bener om tidak akan marah” sahut Nina agak ragu.  Ayah saya menganggukkan kepala pertanda bahwa ia setuju untuk tidak marah

Nina menatap tajam wajah ayah saya.  Sementara ayah saya berpikir, apa gerangan yang diminta oleh Nina. “Seberapa mahal sich yang bocah kecil ini minta sampai dia harus meyakinkan bahwa saya tidak akan marah’ pikir ayah saya. Sambil tersenyum orang tua saya mengatakan “ayo nak, katakan, jangan takut, om tidak akan marah nak.”

Dengan terus menatap wajah ayah saya, Nina berkata; ”bener ya om tidak marah.”  Sekali lagi ayah saya mengganggukan kepala.  Dengan wajah berharap-harap cemas, Nina mengajukan permintaanya ”om, boleh nggak saya memanggil ayah”  Mendengar jawaban itu, tak kuasa ayah saya membendung air matanya.  Segera dia peluk Nina dan mengatakan ” tentu anakku.. tentu anakku…mulai hari ini Nina boleh memanggil ayah, bukan om”  Sambil memeluk erat ayah saya, dengan terisak Nina berkata ”terima kasih ayah… terima kasih ayah…

Hari itu, adalah hari yang tak akan terlupakan buat ayah saya. Dia habiskan waktu beberapa saat untuk bermain dan bercengkrama dengan Nina.  Karena merasa belum memberikan sesuatu yang berbentuk material kepada Nina maka sebelum pulang, ayah saya berkata kepada Nina ”anakku, sebelum lebaran nanti ayah akan datang lagi kemari bersama ibu, apa yang kamu minta nak?”  ”Khan udah tadi, Nina sudah boleh memanggil ayah” sergah Nina.

”Nina masih boleh minta lagi sama ayah.  Nina boleh minta sepeda, otoped atau yang lain, pasti akan ayah kasih.”  Sambil memegang tangan ayah saya, Nina memohon ”nanti kalau ayah datang sama ibu ke sini, saya minta ayah bawa foto bareng ayah, ibu dan kakak-kakak, boleh khan ayah?”

Tiba-tiba kaki orang tua saya lunglai, dia terduduk, bersimpuh di depan Nina.  Dia peluk lagi Nina sambil bertanya; ”buat apa foto itu nak?”  Tanpa ragu Nina menjawab “Nina ingin tunjukkan sama temen-temen Nina di sekolah, ini foto ayah Nina, ini ibu Nina, ini kakak-kakak Nina.”  Ayah saya memeluk Nina semakin erat, seolah ia tak mau berpisah dengan seorang bocah yang menjadi guru kehidupan di hari itu.

Terima kasih Nina, walau usiamu masih belia kau telah mengajarkan kepada kami tentang makna berbagi cinta.  Berbagilah cinta, karena itu lebih bermakna dibandingkan dengan sesuatu yang kasat mata.  Berbagilah cinta, maka kehidupan anda akan lebih bermakna.  Berbagilah cinta agar orang lain merasakan keberadaan anda di dunia.

Jamil Azzaini adalah Inspirator Sukses-Mulia dan penulis buku Best Seller Kubik Leadership; Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup

Fajar 1 Syawal menyingsing, menandai berakhirnya bulan penuh kemuliaan. Senyum kemenangan terukir di wajah-wajah perindu Ramadhan, sambil berharap kembali meniti Ramadhan di tahun depan. Satu persatu kaki-kaki melangkah menuju tanah lapang, menyeru nama Allah lewat takbir, hingga langit pun bersaksi, di hari itu segenap mata tak kuasa membendung airmata keharuan saat berlebaran. Sementara itu, langkah sepasang kaki terhenti oleh sesegukan gadis kecil di tepi jalan. “Gerangan apakah yang membuat engkau menangis anakku?” lembut menyapa suara itu menahan beberapa detik segukan sang gadis.

Tak menoleh gadis kecil itu ke arah suara yang menyapanya, matanya masih menerawang tak menentu seperti mencari sesosok yang amat ia rindui kehadirannya di hari bahagia itu. Ternyata, ia menangis lantaran tak memiliki baju yang bagus untuk merayakan hari kemenangan. “Ayahku mati syahid dalam sebuah peperangan bersama Rasulullah,” tutur gadis kecil itu menjawab tanya lelaki di hadapannya tentang Ayahnya.

Seketika, lelaki itu mendekap gadis kecil itu. “Maukah engkau, seandainya Aisyah menjadi ibumu, Muhammad Ayahmu, Fatimah bibimu, Ali sebagai pamanmu, dan Hasan serta Husain menjadi saudaramu?” Sadarlah gadis itu bahwa lelaki yang sejak tadi berdiri di hadapannya tak lain Muhammad Rasulullah SAW, Nabi anak yatim yang senantiasa memuliakan anak yatim. Siapakah yang tak ingin berayahkan lelaki paling mulia, dan beribu seorang Ummul Mukminin?

Begitulah lelaki agung itu membuat seorang gadis kecil yang bersedih di hari raya kembali tersenyum. Barangkali, itu senyum terindah yang pernah tercipta dari seorang anak yatim, yang diukir oleh Nabi anak yatim. Rasulullah membawa serta gadis itu ke rumahnya untuk diberikan pakaian bagus, terbasuhlah sudah airmata. Lelaki agung itu, shalawat dan salam baginya.

Lagi buka n deletin email dari milis2, eh nemu email diatas. Emang siy tuh email dah lama banget. Di posting pas deket2 mo lebaran. Baru nemu sekarang2 ni & bikin aku tuh jadi mellow yellow gitu. Aduh ga tau deh akhir2 ini klo baca artikel, cerpen, dll yang menyentuh banget, kadang suka terharu sendirian deh. Nulis posting ini ajah sampe nahan aer mata. Malu kale klo sampe aer mata kluar trus ntar ditanyain lagi ma orang2 kantor sebab musababnya. Ihhh si pi2t cengeng pisan euy ceuk urang sunda mah :p

Oia, yuli juga bilang koq sekarang aku tuh jadi puitis gitu siy? Aduhh ga tau deh knp bisa kek gitu. Mang lagi pengen berpuitis ria kale hati ini 😀

Mas kawin untuk wanita sholehahku adalah sekuntum bunga melati

Yang aku petik dari sujud sembahyangku setiap hari

Buah cintaku untuk wanita sholehahku adalah lahirnya sejuta generasi teladan

Yang menggendong tempayan-tempayan kemanfaatan

Bagi manusia dan kemanusiaan

Pada setiap tempat, pada setiap zaman

Mereka lahir dari kesejatian sebuah pengabdian

Dalam abad-abad yang susah

Abad-abad tidak mengenal Tuhan

Abad-abad berkuasa rezim-rezim kemungkaran

Dan mereka tetap kekar dan setia

Membela kebenaran dan keadilan

Estafet perjuangan kita berkelanjutan

Sambung-menyambung pada setiap generasi

Tak berpenghabisan..

Terus bergerak..

Mengaliri ladang-ladang peradaban

Seperti cintaku pada wanita sholehahku

Yang terus tumbuh semakin subur dari hari ke hari

Laksana kalimat-kalimat suci

Di hati para sholihin

Di hati para Nabi

 

 

so sweet 🙂

special thx to owenova

-dari milis ney-

Tulisan singkat dr prof. yohanes surya,
Semoga cukup menginspirasi


Beberapa kesan dari Olimpiade Fisika Dunia ke 37 Singapore 2006
1. Waktu upacara pembagian medali, Dutabesar kita duduk disamping para dutabesar dari berbagai negara seperti filipina, thailand, dsb. Waktu honorable mention disebutkan, ternyata tidak ada siswa Indonesia. Dubes-dubes bertanya pada dubes kita (kalau diterjemahkan) “kok nggak ada siswa Indonesia”. Dubes kita tersenyum saja. Kemudian setelah itu dipanggil satu persatu peraih medali perunggu. Ada yang maju dari filipina, thailand, kazakhtan dsb. Lagi-lagi dubes negara sahabat bertanya “kok nggak ada siswa Indonesia?” Kembali dubes kita tersenyum. Dubes kita menyalami dubes yang siswanya dapat medali perunggu.

Kemudian ketika medali perak disebut, muncul seorang anak kecil (masih SMP) dengan peci sambil mengibarkan bendera kecil, dan namanya diumumkan Muhammad Firmansyah Kasim…dari Indonesia… Saat itu dubes negara sahabat kelihatan bingung, mungkin mereka berpikir “nggak salah nih…”. Ketika mereka sadar, mereka langsung mengucapkan selamat pada dubes kita. Tidak lama kemudian dipanggil mereka yang dapat medali emas. Saat itu dubes negara sahabat kaget luar biasa, 4 anak Indonesia maju ke panggung berpeci hitam dengan jas hitam, gagah sekali. Satu persatu maju sambil mengibar-ngibarkan bendera merah putih . Mengesankan dan mengharukan. Semua dubes langsung mengucapkan selamat pada dubes kita sambil berkata bahwa Indonesia hebat.

Tidak stop sampai disitu. ketika diumumkan “the champion of the International physics olympiade XXXVII is…….”
“Jonathan Pradhana Mailoa”. Semua orang Indonesia bersorak. Bulu kuduk berdiri, merinding…. Semua orang mulai berdiri, tepuk tangan menggema cukup lama… Standing Ovation….Hampir semua orang Indonesia yang hadir dalam upacara itu tidak kuasa menahan air mata turun. Air mata kebahagiaan, air mata keharuan…. Air mata kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang besar…..Segala rasa capai dan lelah langsung hilang seketika… sangat mengharukan….

2. Selesai upacara, semua orang menyalami. Orang Kazakhtan memeluk erat-erat sambil berkata “wonderful job…” Orang Malaysia menyalami berkata “You did a great job…” Orang Taiwan bilang :”Now is your turn…” Orang filipina:”amazing…” Orang Israel “excellent work…” Orang Portugal:” portugal is great in soccer but has to learn physics from Indonesia”, Orang Nigeria :”could you come to Nigeria to train our students too?” Orang Australia :”great….” Orang belanda: “you did it!!!” Orang Rusia mengacungkan kedua jempolnya.. Orang Iran memeluk sambil berkata “great wonderful…” 86 negara mengucapkan selamat… Suasananya sangat mengharukan… saya tidak bisa menceritakan dengan kata-kata…

3. Gaung kemenangan Indonesia menggema cukup keras. Seorang prof dari Belgia mengirim sms seperti berikut: Echo of Indonesian Victory has reached Europe! Congratulations to the champions and their coach for these amazing successes! The future looks bright….

Marc Deschamps.
Ya benar kata Prof. Deschamps, kita punya harapan….

Salam
Yohanes

btw, hr itu pas lg gempa… tragis ya? di satu si2 ad prestigius but di si2 laen ad yg kena musibah. but selamet ya buat peraih medali emas n perak di kejuaraan Fisika. i’m proud of u all. i hope in the future i have child like them :p . berantakan amat sey ta2 bhs nya. pokoknya anak yg pinter n terutama sholeh n sholeha 😀


tHe NarsiS of mE

Still in my table n write about all my life, share information n kadang nulis ga jelas gitu deh...

WordCampId is almost Close

WordCampID – January 30, 2010

WordCampID – January 30, 2010

whEN in AcTiVe

Juli 2017
S S R K J S M
« Des    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

CaTeGoRiEs Of phie2t cute :p